My LiFE

My LiFE
dumai beach so Hot and Interisting

Jumat, 12 Juli 2013

BOUGENVILE PART 1 until 6




“”<<<<
Ryan dimana kau,,,,,,,,,,,,,,,,,?
Suara andri terdengar dengan jelas disudut kosan.
I am here “ why?
G papa, belum siap siap kau lagiiiiiiiii, nada andri semakin kesal.
Ndri,,sautku
Ayookk berangkat kuliah lagiii kita. Udah mau telat ne,,

Kami segumpal manusia yang bersahabat sejak sd,
Tapi ketika SMP dan SMA kami terpisah dan hilang kontak, orang tua kami memasukan kami di SMP pilihan mereka. Handphone ketika itu belum begitu komersial dikalangan setiap orang..,
Dibangku kuliah tuhan mempertemukan kami lagii. Ryan yang dulu imut-imut sekarang begitu gagah dan tegap. Andri yang dulu cerewet, kini begitu bijaksana. Aku kagum melihat mereka berdua.
ryan mengambil teknik perkapalan, andri mengambil teknik nuklir, dan aku mengambil teknik  astronomi. Kami semua mahasiswa teknik fakultas unri.
yan, kau g kuliah, tanyaku”
iya ne mau siap-siap, tunggu ya,,
baru siap-siap kau yan?????????????????????????
setiap pagi kami harus menuggu rian di bawah pohon rambutan depan kosan kami,
biasanya ketika musim rambutan, kami menunggunya sambil makan rambutan.
seperti biasa rian yang paling lama untuk kami tunggu. Mungkin dia lagi menyipakan alat-alat kuliahnya yang sangat banyak.
kami pernah melihatnya sore-sore pulang kuliah membawa jangkar kapal , yang ia seret sampai didepan pintunya.
Suara seretan itu membuat gigiku ngilu,,
Oke siap neh,,suara rian tiba tiba terdengar  dibelakang kami.
Lama kali yan, andri dengan lesu menjawabnya,,
Ayookkk berangkat “” seruku sambil melihat jam yang terus begerak.
Perjalanan kuliah kami begitu panjang dan menantang.
Kami harus melintasi jalan setapak terlebih dahulu menuju perbukitan, malam itu hujan deras, jalan itu terlihat berlumpur dan becek, dengan pelan pelan kami melangkahkan kaki kami. Tak jarang lintah menempel disepatu kami.
Dari kosan ke kampus kami harus menghabiskan waktu 45 menit untuk berjalan.
Setiap pagi kami melewati bukit bukit yang terjal, dan menyebrangi sungai dengan perahu warga disana. Perjuangan kami kuliah begitu keras tapi kami tetap gigih. Hal seperti ini sudah menjadi kebiasaan untuk kami, sudah terlihat sarapan pagii. Ini tidak menyurutkan tekad kami untuk kuliah.
Tak jarang kami terpeleset di setiap kami harus menaiki bukit yang licin, beruntung rian anak perkapalan, tali tambang kapal rian sangat membantu disana.
Tunggu ya, aku dulu yang naik, nanti ku ikat tali ini di pohon sana.
Bergegas rian memanjatnya sendiri, kami sudah hampir telat ke kampus,
Hutan disana begitu indah, pohon pohonnya sangat besar menjulang ke angkasa. Warna daunya yang hiijau dan kicauan burung terdengar jelas didalam sana.
Nah,, pegang tali ini,,aku sudah mengikatnya dengan kuat.
Oke, saut kami serentak dengan pasrah. Kami terus melihat waktu.
Pernah suatu hari tali yang diikat ryan dengan keras itu terlepas dari ikatanya, badan kami jatuh beguling kebawah , pungguku sakit, kakiku terkilir tersandung akar pohon akasia. Baju yang kami pakai kuliah kotor dan berlumpur. Akhirnya kami tidak jadi kuliah dan kembali kekosan. Hari itu untung kami semua hanya memiliki 1 sks.
Ya, aku tunggu disini, cepat ..
Lah, yang tadi lambat itu kau yan, sautku keras..
Aku sadar tanpa ryan kamipun sulit untuk menaiki bukit ini menuju kuliah.
Ryan yang selalu membawa tali kapal yang disangkutkannya dibahunya.
Andri hanya membawa sedikit uranium ditasnya, dan aku hanya membawa teropong bintang  yang aku sangkutkan dibelakang pundakku.
Tapi aku terlalu posesif dengan keterlambatannya.”:”.
“:”:”
Ini yang harus kami lakukan pagi-pagi berangkat kuliah.
Malam itu hujannya deras, sehingga tanah bukit ini begitu licin untuk kami naiki.
Ssttsst…kakiku hampir tergelincir,wow” hampir saja aku g kuliah lagii..
Ryan dan andri tertawa genit melihatku..
Pelan pelan yo, kata andri sambil terus memanjatkan tangannya satu persatu ditali itu.

“Tali itupun digulung kembali ,, kami bergegas melangkahkan kaki kami dengan cepat.
Setelah bukit kami harus melewati sungai rangau untuk menuju kampus kami, dari sungai cuman 10 menit lagi sampai ke kampus.
Uhh..gimana ne? tanya andri::
Aku dan ryan hanya diam.
Sungai itu begitu deras, hujan malam membuat sungai ini semakin menakutkan dengan gelombang gelombang tingginya. Perahu yang biasa kami naiki tak terlihat disana..
Apa yang harus kami lakukan untuk menyebrangnya ,,waktu kuliah semakin dekat, kami akan telat jika harus  menunggu kapal warga yang lewat setiap pagi di aliran sungai itu.
Kami terdiam mencoba pasrah dengan keadaan,tidak ada yang bisa kami lakukan melainkan menunggu.


PART 2
kami suka memandangi suasana senja,
ryan besok akan meninggalkan sahabat sahabatnya, terlintas sedikit bagai angin pikiran itu.
ryan mendapatkan undangan seleksi milan camp , hasil seleksi dari seluruh pemain muda di indonesia untuk mengikuti kujuaraan antar negara di kota milan,
aku melihat Ryan mempunyai skil bermain bola yang bagus, setiap ada kejuaraan tanding bola dikampus, tim ryan selalu menang, ia mendapatkan the best prayer dari tahun ke tahun, bakat ryan terlihat seperti sudah dari lahir bola itu melekat di dirinya.
Sore itu kami duduk diatas loteng kosan kami, memandangi langit dan bercerit tentang masa depan.tidak tau kenapa hari itu kami seperti merenungi nasib.
Kopi yang ku bawa dari bawah ku tuangkan satu persatu ke geles mereka..asapnya masi bergemu diudara,,*panas*
Yn, apa kau yakin mau ninggalin kuliahmu?
Aku juga ragu, ini cita citaku sebelum aku mengambil jurusan perkapalan itu yo,,
Iya, tapi kau pikir baik baik dulu..
Andri disebelahku terlihat asiik memandangi senja, seakan tak mendengar apa yang kami bicarakan. Kakinya terguyur  kaku diatas loteng kosan.
2 tahun lagi kau akan tamat yan?
Aku juga g bisa melarangmu untuk mengambil itu,
Itu pilihan hidupmu, jika kau happy, please do it,
I just give you suggest..
I know,,I have think about this more..seru ryan sambil mengangkat tangannya  membuat lingkaran keatas.
Tiba tiba kami bertiga hening memandangi langit merah itu.
Memang sulit ketika cita cita berhadapan dengan keinginan orang tua.
Pilihan itu memuakkan kepala, tuhan tidak memberikan kesempatan itu terlalu cepat, yakin dan percaya pasti itu akan datang. Doa ryan sejak ia SMA, tuhan berikan jawabannya sekarang. ia harus memilih, perjalanan hidup membuat ryan semakin dewasa. Mungkin ini maksud tuhan menyuruh kita untuk belajar tentang hidup sebelum yang diinginkannya tercapai.
Senja mulai berangsur hilang, matahari sudah berangsur kembali keperaduannya,langit begitu indah hari itu, di padu dengan orange dan sedikit jingga.
 .
Kami masih duduk di atap kosan memandang langit keatas sambil meminum secangkir kopi hanget.ssssrrrrrrrr
:_:_:_;_
Pagi itu ryan mulai seleksi bola ke milan, ia bergegas pagi pagi ke stadion hasanudin. Aku mendengarnya senyap senyap mempersiapkan barang barangnya subuh itu. Mataku masih kantuk, tak sempat aku bangun untuk melihatnya berangkat.
andry tiba tiba disampingku, mengejutkanku sangat.
Ia sedih akan kepergian ryan ke milan, ia takud akan kehilangan sahabat sahabatnya dulu. Kami emang sudah berjanji ketika itu untuk selalu bersama apapun yang terjadi, tapi janji itu ternyata teringkar oleh ryan.
Aku juga tidak bisa berbuat apa apa, berat rasanya untuk memilih antara cita cita dan sahabat.
Tapi lama lama andry mengerti dengan keadaan itu, kmrin andry hanya terbawa suasana hatinya yang gundah akan ditinggalin oleh sahabatnya sejak SD. Aku tidak mengerti kenapa andry menjadi sedikit galau…
:_:_:_:_:_
Aku tak tau apa kabarnya distadion sana,, sudah pukul 10 pagi, berarti seleksi sudah dimulai. Kami ingin melihatnya, tapi dikampus kami berdua ada ujian UTS, yang tidak bisa untuk ditinggalkan.
:_:_:_
Setelah selaesai ujian, aku dan andry segera buru buru menuju stadion untuk melihat ryan. Rasa ingin tau dan deg deg kan terasa di hatiku. Antara senang dan sedih. Senang melihat sahabatku mencapai cita cita nya, dan sedih ditinggal sahabat dalam waktu tempo lumayan lama.
Aku melihat ryan disudut gawang, ia duduk bersama teman temannya dan kepalanya tertunduk kebawah. Terlihat banyak yang ikut seleksi disana, beni capten ketua tim bola teknik juga mengikuti seleksi disana. Hanya ryan dan beni yang tak asing bagiku.
Aku memanggilnya kuat dengan teriakan mengema langit,,
Yannnnn,,,,bennnnnnn..jempolku mengancung ke atas…
Mereka memandang kearah kami, dan berangsur angsur tegak menggerakan kakiknya berlahan ke arah kami,,
Ternyata hanya rian yang lolos untuk mewakili indonesia di akedemi milan.
Sunggu tersenyum lebar ryan saat itu, nampak matanya memancarkan kebahagianan tiada tara. Giginya terus terlihat jelas, tertawa genit. Antara yakin dan tak yakin ia lulus.
Nanti aku bawakan baju milan !!!! canda ryan ke beni..
Hmhm,,muka beni terlihat murung, dan berlahan tersenyum,,
Hehehe,,kau bawakan aku 2 pasang ya,,
Beni mengerti bahwa ia harus kerja keras lagi, semua ini bukan akhir dari segalanya. Lain waktu akan aku  coba lagi,
Sikap beni menunjukan semangat yang sanggat tinggi dan seportifitas, maka itu iya dipilih menjadi capten sepakbola teknik sampai saat ini.
Ryan merangkul pundak si andry , ia lihat sahabatnya itu dan tersenyum bersama.
Akhirnya kau tempuh juga jalan hidupmu broo,,
Ryan hanya tersenyum, giginya masih tak bisa mingkem, rasa percaya dirinya naik menjadi over, tapi tetap selalu rendah hati.
Anak anak yang lain mulai berdiri dan bergerak menuju pinggir lapangan tempatku dan ryan berdiri saat itu, banyak tangan menjabat tangan ryan.dan berbincang sejenak membuat lingkaran.
Aku melihat langit saat itu, memandangnya tegas seakan penuh tanya.
Sahabatku akan menjadi pemain bola ternama nanti, suatu saat nanti kami akan berkumpul lagi. Pasti tegasku dalam hati. Tinggal kami berdua bersama andry yang akan bertarung untuk masa depan di bangku kuliah.
:_:_:_:_
Hari itu hari kebrangkatannya ke bandara, kami mengantarnya sampai bandara, terlihat kedua orang tuan ryan bersama adik adiknya datang.
 Ryan akan berangkat ke jakarta terlebih dahulu.
Jakarta ke milan, jalan yang begitu jauh ucapku ke ryan
Rian tersenyum, aku tau hatinya bercampur gundah dan senang,
Satu sisi ia harus meninggalkan keluarganya dan sahabatnya dalam waktu yang lumayan lama, satu sisi lain ia berhasil mengejar cita citanya yang dulu diharapkannya.
Aku menegaskannya untuk terus berjuang, tunjukan kau mampu yn, unggah ku..
Ryan berangsur angus melangkahkan setapak kakinya menuju ruangan, sebelum itu kecupan hangat dari ayah ibunya tertempel dikeningnya.
:_:_:_:_:_
Yuk ndri pulang,,


PART 3
Sungai itu deras, menghanyutkan asa  yang akan tenggelam bersama hasrat kuliah.,rasa pasrah itu melintas tak karuan dipikiranku.
Sudah 2 jam kami disini, hanya melihat dan tidak melakukan apa apa. Kuliah hari itu tidak bisa kami hadir,
Setiap kali hujan deras, kami was wasan untuk tidak datang kuliah.seperti hari ini. Was wasan itu terjadi.
Aku melihat sekelilingku, ryan terduduk manis sambil memotong rumput-rumput pinggir sungai. Melemparkan batu demi batu kesungai.
Andri?
, dimana andry?..suara hatiku bertanya sendiri mencarinya..
tiba2  ia terlihat di balik hutan dengan membawa sebuah kayu pohon, ia bergerak mendekatiku,,dihempasnya keras ketanah, terdengar seperti marah bercampur emosi.
Dari pada kalian diam disini tanpa melakukan apa-apa
Lebih baik kalian bantu aku buat rakit..
Kami terdiam sejenak, pandangan aku dan ryan tersentak berhadapan, dan tersenyum..dan terburu buru tegak secara bersamaan.
Menepukan tangan menghilangkan sampah dedaunan ditangan dan di celana kami.
Right’ lakukan untuk kedepan lebih baik, walau gagal hari ini seru ryan dengan semangat . semangat ryan terlihat kembali. aku bisa melihatnya jelas, wajahnya seketika berubah senang.
beruntung hari itu tidak ada quiz,
langkah kaki kami berlahan mulai menghilang dari pandangan masing masing,
kami  berpencar mencari kayu ,,andri menuju dibagian kiriku, ryan melangkah ke bagian kananku, aku sendiri melaju pesat ke depan.
Setelah beberapa menit, kami kembali kesungai,,menjatuhkannya ditumpukan kayu kayu.
Kayu itu tidak beraturan, dan banyak cabang,
Kami tidak membawa parang, dan apapun utnuk menebang pohon,
Kami hanya mengambil batang batang pohon yang sudah tumbang akibat angin dan potongan warga.
Ryan mengeluarkan tali kapanya sebagian, beruntung ia mempunya tali kapal yang tidak pakai lagi. Karna sudah siap pratikum pertaliannya.tali itu kami ikatkan menyatukan batang pohonan.
Terlihat sangat rapat, dan kuat.
Satu satu batang pohon kami ikat bergantian membentuk rakit,
Beberapa jam kemudian kami sudah membuatnya dan meletakkannya diatas bukit,,hari pun semakin gelap..
Kami liat rakit yang kami buat dengan senang,,
Akhirnya rakit ini siap juga, seruku lega..
Tidak terasa kami sudah satu harian di tepi sungai.. matahari sudah mulai turun keperaduannya..
Didepan kosan kami melihat ipam, teman sekelas ryan yang baru pulang dari pelabuhan”
Ipam anak teknik perkapalan juga, ia mendapat job training sebulan di pulau raja empat.
Oii,, aku udah pulang,, terdengar suara ipam jelas ditelinga,,
Dari jauh ia melambaikan tangannya ke kami,,
Rambutnya sudah mirip bob marley, beda dengan yang dulu,
Masih idup juga anak itu yan,, saut andrii kekami,,
Kami tertawa,,
Aku g sabar ingin mendengarkan pengalaman training ipam di raja empat.”

PART 4
“Menikmati santainya suasana senja”
Sore itu ketika kami pulang kuliah, kami duduk bersama ipam, menegukkan segelas kopi hanget di tenggorakan kami.”hanget”
Kami emang sering menghabisakan sore, untuk melihat senja di atas atap kosan kami”
Kmarin ketika aku berlayar, ‘terdiam sejenak sambil mengibaskan rambut bob marleynya.
banyak yang menarik ku temukan, saut ipam tiba tiba ditengahnya sore yang semakin gelap itu.
“Keningku mengkerut”, ingin tau apa yang selanjutnya ia katakan.
Aku pengin kesana lagii,,
Raja empat begitu indah untuk kau lewatkan yan,
Nanti aku setelah tamat akan mencoba masukan lamaran ke perkapalan internasional, aku ingin mengarungi samudra hidia , aku ingin tau disana ada apa aja::
Kmrin diraja empat aku terpesona melihat view nya, airnya, pemandangan dasar laut membuatku kagum atas kebesaranNYA,,aku ingin kembali lagi kesana.
Raja empat begitu indah untuk kau lewatkan yan, kata itu diulangnya lagii
Itu terlihat syurga”
Nanti setelah tamat kau mau kemana yan? Tanya ipam ke ryan dibalik angin yang menghembus deras disela sela telinganya.
ryan yang lagi asiik menuangkan kopi ke dalam mulutnya.srsrr,,,srsrsr,,,
aku pengen menjadi pemain sepak bola pam,
keningku mengkerut lagii,,ntah kenapa sore itu keningku lagii asikknya mengkerut.
Jadi kau kuliah untuk apa? Ipam lanjut bertanya
Rian tidak pernah cerita ini kepada kami sebelumnya, ia memasuki teknik perkapalan karna tuntutan orang tuanya yang bersikuh keras ingin melihat anaknya mengikuti jejak oomnya yang sukses menjadi kapten pelayaran indonesia.
Suasana terdiam hening menunggu lanjutan cerita ryan sejak itu,
Aku ingin ke milan, menjadi pemain sepak bola
Cita citaku itu, menjadi pemain sepak bola dunia.
Dengan tegasnya ia melanjutkannya,,
Akan kudapatkan itu” tanganya menggegam keras dan melontarkannya keatas seakan ingin memecah langit sore itu.
Chase it” seru andri tiba tiba datang dibelakang kami.
Jadi koe ingin jadi pemain sepak bola yan?,,bagus tu,,kejarlah sampai kau dapat,
Didunia ini cuman ada 3 sifat manusia yan,
Pertama ia bermimpi dan bangun mengejar mimpinya sampai dapat
Kedua, ia bermimpi dan bangun memandangi mimpinya
Ketiga ia tidak bermimpi, hanya menjalani hari biasa biasa saja’
Ceramah andry seperti “kultum”
Kalo aku ndri ingin jadi ahli antariksa, jadi nanti aku ingin ke bulan bangun mall disana” candaku kepadanya saat itu’
Sejenak mereka tertawa mendengarnya, langit sore itu seakan mendengar tawaan kami, warna jingganya semakin terang dilangit, berlahan kembali keperaduannya.
Dan kau ndri” bertanya ipam kepadanya
Kalo aku ingin membuat alat penghisap radiasi nuklir, nuklir itu suatu yang bernilai , tapi jika trouble atau digunakan pada hal yang salah, nuklir sama dengan pembunuhan manusia secara berlahan. Aku tidak suka radiasi, itu virus yang dibuat manusia demi perkembangan dan dampaknya kembali kemanusia juga.
Andry kultum lagi”
Hehehe,,kami tertawa memandangi langit, lucu membayangkan kita kelak akan menjadi seperti apa,,
Nanti apa kita masih bisa seperti ini lagi,, menyikirkan waktu sejenak untuk bersantai bersama memandangi senja sore. Tanyaku buram..
“Mereka terdiam hening hanyut dalam senja”









PART 5, kuliahh
Siall,,, aku telad”
Ku ayunkan kakiku sedemikian cepatnya,memburu waktu untuk sampai kelantai 3, ruang kelasku terlihat begitu tinggi. ruang 314 terletak pada lantai 3, itu membuatku lelah berlarian keatas diburu waktu.
Aku lupa hari ini pak dekan masuk, dan aku lupa hari ini infocus harus disiapkan. Nafasku sudah  terenggah enggah berlari menyelusuri lorong lorong kelas, waktu emang tak bisa untuk menunggu.payah*
Ku lihat dijendela pintu,kusodorkan kepalaku angsur angsur untuk mengintip suasana dalam kelas. Cat tembok yang putih, kipas angin yang terus berayun ayun. Wajah wajah ngantuk teman teman yang terbayang olehku. Aku tersenyum melupakan waktu.
Maaf pak’ saya telad, lugasku ke beliau’
Tadi malem ada pertandingan liverpool lawan manchester united, jadi saya telad bangun pak. ntah kenapa pagi itu hatiku ingin jujur.
Ya,duduklah, beliau menjawabnya .
Jangan lupa isi absen, disana.lanjutnya
Makasih pak,,
Aku selamat’ hati ku bersorak sorai..
Grgrg..suara tarikan kursi disudut, aku seret ketengah disamping idris,,membuat suasana belajar terhenti beberapa menit sejenak.
Baru masuk dris? Celetukku ke idris
Kira kira 10 menitan, jawabnya pelan.
Tadi malem liverpool begitu sengit melawan manchester united, walaupun liverpool kalah dengan manchester tapi aku melihat liverpool telah menunjukan seluruh kemampuannya.steven gerrard membobol satu angka ke gawang liverpool, dengan tendangan diluar kotak pinalti.
:!:!:!:!:!
Kuliah terasa begitu sepii, setiap pagi harus menunggu ryan kini sudah tidak ada lagii
Celetukan andry ke ryan ketika melihat keterlambatanny sudah tidak ada
Pohon rambutan depan kos sudah mulai berbuah, sudah setahun lebih ryan dimilan. Kapan aku kemilan? lamunanku sejenak membuayarkan angin yang bertiup kencang menyelimuti tubuhku dengan erat.
Hari hari seperti biasa kami lewati, kuliah dan pulang. Tak ada suatu yang menarik untuk kami lakukan.
Siang hari begitu panas, awan awan seakan memencar membiarkan cahaya masuk menyinari bumi.
Langit mulai merayu dengan warnanya, ketika sore itu bener bener harus berakhir.apa harus berganti malem?harus*

Minggu besok kita kemana yoo? Tanya andri ke aku
Hmhm,,kemana yaaaaa…jawabku, memikirkan tempat yang bagus untuk kami tujui.
Udah lama ne kita tidak mendaki gunung, bales andry ke aku .
Y udah, libur 3 hari besok kita kesana lagi , gmn?
Boleh,,
Cahaya membiaskan mataku, berangsur angsur turun pasti.
Berdua aja??
G ada yang pengen ikut lagi,lagian kalo berdua barang yang kita bawa tidak begitu banyak dan berat.
Berangkat, ayooookk,. Kataku…
Emang sudah lama, kami tidak menghabiskan liburan naik gunung.
Biasanya setiap mendapatkan libur 3 hari, kami dan ryan selalu menaiki gunung. Andai ada ryan, mungkin kami akan naik bertiga liburan besok.
Sedang apa y ryan disana? Saut andry tiba tiba memecahkan lamunanku.
Andry seakan bisa membaca lamunanku “



Part 6:
Aku melihat seorang seperti ryan dikos, sifatnya selalu tersenyum dan bersahaja
Namanya ogik, begitulah teman teman sering memanggilnya,
Kami terkadang tersentum melihatnya sendiri,
Wajah malasnya setiap pagi itu menambah kemiripinnya,
Yogik anak teknik elektro di fakultasku, baru saja dia menyelesaikan tugas akhirnya di autralia. Proposal turbinnya membuat pihak depertemen autralia tertarik mencobanya membuat energi terbarukan disana. Yogik bersama fikri  menyelesaikan studynya satu semester disana
Dan kembali lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar