“”<<<<
Ryan
dimana kau,,,,,,,,,,,,,,,,,?
Suara
andri terdengar dengan jelas disudut kosan.
I
am here “ why?
G
papa, belum siap siap kau lagiiiiiiiii, nada andri semakin kesal.
Ndri,,sautku
Ayookk
berangkat kuliah lagiii kita. Udah mau telat ne,,
Kami
segumpal manusia yang bersahabat sejak sd,
Tapi
ketika SMP dan SMA kami terpisah dan hilang kontak, orang tua kami memasukan
kami di SMP pilihan mereka. Handphone ketika itu belum begitu komersial
dikalangan setiap orang..,
Dibangku
kuliah tuhan mempertemukan kami lagii. Ryan yang dulu imut-imut sekarang begitu
gagah dan tegap. Andri yang dulu cerewet, kini begitu bijaksana. Aku kagum
melihat mereka berdua.
ryan
mengambil teknik perkapalan, andri mengambil teknik nuklir, dan aku mengambil
teknik astronomi. Kami semua mahasiswa
teknik fakultas unri.
yan,
kau g kuliah, tanyaku”
iya
ne mau siap-siap, tunggu ya,,
baru
siap-siap kau yan?????????????????????????
setiap
pagi kami harus menuggu rian di bawah pohon rambutan depan kosan kami,
biasanya
ketika musim rambutan, kami menunggunya sambil makan rambutan.
seperti
biasa rian yang paling lama untuk kami tunggu. Mungkin dia lagi menyipakan
alat-alat kuliahnya yang sangat banyak.
kami
pernah melihatnya sore-sore pulang kuliah membawa jangkar kapal , yang ia seret
sampai didepan pintunya.
Suara
seretan itu membuat gigiku ngilu,,
Oke
siap neh,,suara rian tiba tiba terdengar dibelakang kami.
Lama
kali yan, andri dengan lesu menjawabnya,,
Ayookkk
berangkat “” seruku sambil melihat jam yang terus begerak.
Perjalanan
kuliah kami begitu panjang dan menantang.
Kami
harus melintasi jalan setapak terlebih dahulu menuju perbukitan, malam itu
hujan deras, jalan itu terlihat berlumpur dan becek, dengan pelan pelan kami
melangkahkan kaki kami. Tak jarang lintah menempel disepatu kami.
Dari
kosan ke kampus kami harus menghabiskan waktu 45 menit untuk berjalan.
Setiap
pagi kami melewati bukit bukit yang terjal, dan menyebrangi sungai dengan
perahu warga disana. Perjuangan kami kuliah begitu keras tapi kami tetap gigih.
Hal seperti ini sudah menjadi kebiasaan untuk kami, sudah terlihat sarapan
pagii. Ini tidak menyurutkan tekad kami untuk kuliah.
Tak
jarang kami terpeleset di setiap kami harus menaiki bukit yang licin, beruntung
rian anak perkapalan, tali tambang kapal rian sangat membantu disana.
Tunggu
ya, aku dulu yang naik, nanti ku ikat tali ini di pohon sana.
Bergegas
rian memanjatnya sendiri, kami sudah hampir telat ke kampus,
Hutan
disana begitu indah, pohon pohonnya sangat besar menjulang ke angkasa. Warna
daunya yang hiijau dan kicauan burung terdengar jelas didalam sana.
Nah,,
pegang tali ini,,aku sudah mengikatnya dengan kuat.
Oke,
saut kami serentak dengan pasrah. Kami terus melihat waktu.
Pernah
suatu hari tali yang diikat ryan dengan keras itu terlepas dari ikatanya, badan
kami jatuh beguling kebawah , pungguku sakit, kakiku terkilir tersandung akar
pohon akasia. Baju yang kami pakai kuliah kotor dan berlumpur. Akhirnya kami
tidak jadi kuliah dan kembali kekosan. Hari itu untung kami semua hanya
memiliki 1 sks.
Ya,
aku tunggu disini, cepat ..
Lah,
yang tadi lambat itu kau yan, sautku keras..
Aku
sadar tanpa ryan kamipun sulit untuk menaiki bukit ini menuju kuliah.
Ryan
yang selalu membawa tali kapal yang disangkutkannya dibahunya.
Andri
hanya membawa sedikit uranium ditasnya, dan aku hanya membawa teropong
bintang yang aku sangkutkan dibelakang
pundakku.
Tapi
aku terlalu posesif dengan keterlambatannya.”:”.
“:”:”
Ini
yang harus kami lakukan pagi-pagi berangkat kuliah.
Malam
itu hujannya deras, sehingga tanah bukit ini begitu licin untuk kami naiki.
Ssttsst…kakiku
hampir tergelincir,wow” hampir saja aku g kuliah lagii..
Ryan
dan andri tertawa genit melihatku..
Pelan
pelan yo, kata andri sambil terus memanjatkan tangannya satu persatu ditali
itu.
“Tali
itupun digulung kembali ,, kami bergegas melangkahkan kaki kami dengan cepat.
Setelah
bukit kami harus melewati sungai rangau untuk menuju kampus kami, dari sungai
cuman 10 menit lagi sampai ke kampus.
Uhh..gimana
ne? tanya andri::
Aku
dan ryan hanya diam.
Sungai
itu begitu deras, hujan malam membuat sungai ini semakin menakutkan dengan
gelombang gelombang tingginya. Perahu yang biasa kami naiki tak terlihat
disana..
Apa
yang harus kami lakukan untuk menyebrangnya ,,waktu kuliah semakin dekat, kami
akan telat jika harus menunggu kapal
warga yang lewat setiap pagi di aliran sungai itu.
Kami
terdiam mencoba pasrah dengan keadaan,tidak ada yang bisa kami lakukan
melainkan menunggu.
PART
2
kami
suka memandangi suasana senja,
ryan
besok akan meninggalkan sahabat sahabatnya, terlintas sedikit bagai angin
pikiran itu.
ryan
mendapatkan undangan seleksi milan camp , hasil seleksi dari seluruh pemain
muda di indonesia untuk mengikuti kujuaraan antar negara di kota milan,
aku
melihat Ryan mempunyai skil bermain bola yang bagus, setiap ada kejuaraan
tanding bola dikampus, tim ryan selalu menang, ia mendapatkan the best prayer
dari tahun ke tahun, bakat ryan terlihat seperti sudah dari lahir bola itu
melekat di dirinya.
Sore
itu kami duduk diatas loteng kosan kami, memandangi langit dan bercerit tentang
masa depan.tidak tau kenapa hari itu kami seperti merenungi nasib.
Kopi
yang ku bawa dari bawah ku tuangkan satu persatu ke geles mereka..asapnya masi
bergemu diudara,,*panas*
Yn,
apa kau yakin mau ninggalin kuliahmu?
Aku
juga ragu, ini cita citaku sebelum aku mengambil jurusan perkapalan itu yo,,
Iya,
tapi kau pikir baik baik dulu..
Andri
disebelahku terlihat asiik memandangi senja, seakan tak mendengar apa yang kami
bicarakan. Kakinya terguyur kaku diatas
loteng kosan.
2
tahun lagi kau akan tamat yan?
Aku
juga g bisa melarangmu untuk mengambil itu,
Itu
pilihan hidupmu, jika kau happy, please do it,
I
just give you suggest..
I
know,,I have think about this more..seru ryan sambil mengangkat tangannya membuat lingkaran keatas.
Tiba
tiba kami bertiga hening memandangi langit merah itu.
Memang
sulit ketika cita cita berhadapan dengan keinginan orang tua.
Pilihan
itu memuakkan kepala, tuhan tidak memberikan kesempatan itu terlalu cepat,
yakin dan percaya pasti itu akan datang. Doa ryan sejak ia SMA, tuhan berikan
jawabannya sekarang. ia harus memilih, perjalanan hidup membuat ryan semakin
dewasa. Mungkin ini maksud tuhan menyuruh kita untuk belajar tentang hidup
sebelum yang diinginkannya tercapai.
Senja
mulai berangsur hilang, matahari sudah berangsur kembali keperaduannya,langit
begitu indah hari itu, di padu dengan orange dan sedikit jingga.
.
Kami
masih duduk di atap kosan memandang langit keatas sambil meminum secangkir kopi
hanget.ssssrrrrrrrr
:_:_:_;_
Pagi
itu ryan mulai seleksi bola ke milan, ia bergegas pagi pagi ke stadion
hasanudin. Aku mendengarnya senyap senyap mempersiapkan barang barangnya subuh
itu. Mataku masih kantuk, tak sempat aku bangun untuk melihatnya berangkat.
andry
tiba tiba disampingku, mengejutkanku sangat.
Ia
sedih akan kepergian ryan ke milan, ia takud akan kehilangan sahabat sahabatnya
dulu. Kami emang sudah berjanji ketika itu untuk selalu bersama apapun yang
terjadi, tapi janji itu ternyata teringkar oleh ryan.
Aku
juga tidak bisa berbuat apa apa, berat rasanya untuk memilih antara cita cita
dan sahabat.
Tapi
lama lama andry mengerti dengan keadaan itu, kmrin andry hanya terbawa suasana
hatinya yang gundah akan ditinggalin oleh sahabatnya sejak SD. Aku tidak
mengerti kenapa andry menjadi sedikit galau…
:_:_:_:_:_
Aku
tak tau apa kabarnya distadion sana,, sudah pukul 10 pagi, berarti seleksi
sudah dimulai. Kami ingin melihatnya, tapi dikampus kami berdua ada ujian UTS,
yang tidak bisa untuk ditinggalkan.
:_:_:_
Setelah
selaesai ujian, aku dan andry segera buru buru menuju stadion untuk melihat
ryan. Rasa ingin tau dan deg deg kan terasa di hatiku. Antara senang dan sedih.
Senang melihat sahabatku mencapai cita cita nya, dan sedih ditinggal sahabat
dalam waktu tempo lumayan lama.
Aku
melihat ryan disudut gawang, ia duduk bersama teman temannya dan kepalanya
tertunduk kebawah. Terlihat banyak yang ikut seleksi disana, beni capten ketua
tim bola teknik juga mengikuti seleksi disana. Hanya ryan dan beni yang tak
asing bagiku.
Aku
memanggilnya kuat dengan teriakan mengema langit,,
Yannnnn,,,,bennnnnnn..jempolku
mengancung ke atas…
Mereka
memandang kearah kami, dan berangsur angsur tegak menggerakan kakiknya berlahan
ke arah kami,,
Ternyata
hanya rian yang lolos untuk mewakili indonesia di akedemi milan.
Sunggu
tersenyum lebar ryan saat itu, nampak matanya memancarkan kebahagianan tiada
tara. Giginya terus terlihat jelas, tertawa genit. Antara yakin dan tak yakin
ia lulus.
Nanti
aku bawakan baju milan !!!! canda ryan ke beni..
Hmhm,,muka
beni terlihat murung, dan berlahan tersenyum,,
Hehehe,,kau
bawakan aku 2 pasang ya,,
Beni
mengerti bahwa ia harus kerja keras lagi, semua ini bukan akhir dari segalanya.
Lain waktu akan aku coba lagi,
Sikap
beni menunjukan semangat yang sanggat tinggi dan seportifitas, maka itu iya
dipilih menjadi capten sepakbola teknik sampai saat ini.
Ryan
merangkul pundak si andry , ia lihat sahabatnya itu dan tersenyum bersama.
Akhirnya
kau tempuh juga jalan hidupmu broo,,
Ryan
hanya tersenyum, giginya masih tak bisa mingkem, rasa percaya dirinya naik
menjadi over, tapi tetap selalu rendah hati.
Anak
anak yang lain mulai berdiri dan bergerak menuju pinggir lapangan tempatku dan
ryan berdiri saat itu, banyak tangan menjabat tangan ryan.dan berbincang
sejenak membuat lingkaran.
Aku
melihat langit saat itu, memandangnya tegas seakan penuh tanya.
Sahabatku
akan menjadi pemain bola ternama nanti, suatu saat nanti kami akan berkumpul
lagi. Pasti tegasku dalam hati. Tinggal kami berdua bersama andry yang akan
bertarung untuk masa depan di bangku kuliah.
:_:_:_:_
Hari
itu hari kebrangkatannya ke bandara, kami mengantarnya sampai bandara, terlihat
kedua orang tuan ryan bersama adik adiknya datang.
Ryan akan berangkat ke jakarta terlebih
dahulu.
Jakarta
ke milan, jalan yang begitu jauh ucapku ke ryan
Rian
tersenyum, aku tau hatinya bercampur gundah dan senang,
Satu
sisi ia harus meninggalkan keluarganya dan sahabatnya dalam waktu yang lumayan
lama, satu sisi lain ia berhasil mengejar cita citanya yang dulu diharapkannya.
Aku
menegaskannya untuk terus berjuang, tunjukan kau mampu yn, unggah ku..
Ryan
berangsur angus melangkahkan setapak kakinya menuju ruangan, sebelum itu
kecupan hangat dari ayah ibunya tertempel dikeningnya.
:_:_:_:_:_
Yuk
ndri pulang,,
PART
3
Sungai
itu deras, menghanyutkan asa yang akan
tenggelam bersama hasrat kuliah.,rasa pasrah itu melintas tak karuan
dipikiranku.
Sudah
2 jam kami disini, hanya melihat dan tidak melakukan apa apa. Kuliah hari itu
tidak bisa kami hadir,
Setiap
kali hujan deras, kami was wasan untuk tidak datang kuliah.seperti hari ini.
Was wasan itu terjadi.
Aku
melihat sekelilingku, ryan terduduk manis sambil memotong rumput-rumput pinggir
sungai. Melemparkan batu demi batu kesungai.
Andri?
,
dimana andry?..suara hatiku bertanya sendiri mencarinya..
tiba2
ia terlihat di balik hutan dengan
membawa sebuah kayu pohon, ia bergerak mendekatiku,,dihempasnya keras ketanah,
terdengar seperti marah bercampur emosi.
Dari
pada kalian diam disini tanpa melakukan apa-apa
Lebih
baik kalian bantu aku buat rakit..
Kami
terdiam sejenak, pandangan aku dan ryan tersentak berhadapan, dan tersenyum..dan
terburu buru tegak secara bersamaan.
Menepukan
tangan menghilangkan sampah dedaunan ditangan dan di celana kami.
Right’
lakukan untuk kedepan lebih baik, walau gagal hari ini seru ryan dengan
semangat . semangat ryan terlihat kembali. aku bisa melihatnya jelas, wajahnya
seketika berubah senang.
beruntung
hari itu tidak ada quiz,
langkah
kaki kami berlahan mulai menghilang dari pandangan masing masing,
kami berpencar mencari kayu ,,andri menuju
dibagian kiriku, ryan melangkah ke bagian kananku, aku sendiri melaju pesat ke
depan.
Setelah
beberapa menit, kami kembali kesungai,,menjatuhkannya ditumpukan kayu kayu.
Kayu
itu tidak beraturan, dan banyak cabang,
Kami
tidak membawa parang, dan apapun utnuk menebang pohon,
Kami
hanya mengambil batang batang pohon yang sudah tumbang akibat angin dan
potongan warga.
Ryan
mengeluarkan tali kapanya sebagian, beruntung ia mempunya tali kapal yang tidak
pakai lagi. Karna sudah siap pratikum pertaliannya.tali itu kami ikatkan
menyatukan batang pohonan.
Terlihat
sangat rapat, dan kuat.
Satu
satu batang pohon kami ikat bergantian membentuk rakit,
Beberapa
jam kemudian kami sudah membuatnya dan meletakkannya diatas bukit,,hari pun
semakin gelap..
Kami
liat rakit yang kami buat dengan senang,,
Akhirnya
rakit ini siap juga, seruku lega..
Tidak
terasa kami sudah satu harian di tepi sungai.. matahari sudah mulai turun
keperaduannya..
Didepan
kosan kami melihat ipam, teman sekelas ryan yang baru pulang dari pelabuhan”
Ipam
anak teknik perkapalan juga, ia mendapat job training sebulan di pulau raja
empat.
Oii,,
aku udah pulang,, terdengar suara ipam jelas ditelinga,,
Dari
jauh ia melambaikan tangannya ke kami,,
Rambutnya
sudah mirip bob marley, beda dengan yang dulu,
Masih
idup juga anak itu yan,, saut andrii kekami,,
Kami
tertawa,,
Aku
g sabar ingin mendengarkan pengalaman training ipam di raja empat.”
PART
4
“Menikmati
santainya suasana senja”
Sore
itu ketika kami pulang kuliah, kami duduk bersama ipam, menegukkan segelas kopi
hanget di tenggorakan kami.”hanget”
Kami
emang sering menghabisakan sore, untuk melihat senja di atas atap kosan kami”
Kmarin
ketika aku berlayar, ‘terdiam sejenak sambil mengibaskan rambut bob marleynya.
banyak
yang menarik ku temukan, saut ipam tiba tiba ditengahnya sore yang semakin
gelap itu.
“Keningku
mengkerut”, ingin tau apa yang selanjutnya ia katakan.
Aku
pengin kesana lagii,,
Raja
empat begitu indah untuk kau lewatkan yan,
Nanti
aku setelah tamat akan mencoba masukan lamaran ke perkapalan internasional, aku
ingin mengarungi samudra hidia , aku ingin tau disana ada apa aja::
Kmrin
diraja empat aku terpesona melihat view nya, airnya, pemandangan dasar laut membuatku
kagum atas kebesaranNYA,,aku ingin kembali lagi kesana.
Raja
empat begitu indah untuk kau lewatkan yan, kata itu diulangnya lagii
Itu
terlihat syurga”
Nanti
setelah tamat kau mau kemana yan? Tanya ipam ke ryan dibalik angin yang
menghembus deras disela sela telinganya.
ryan
yang lagi asiik menuangkan kopi ke dalam mulutnya.srsrr,,,srsrsr,,,
aku
pengen menjadi pemain sepak bola pam,
keningku
mengkerut lagii,,ntah kenapa sore itu keningku lagii asikknya mengkerut.
Jadi
kau kuliah untuk apa? Ipam lanjut bertanya
Rian
tidak pernah cerita ini kepada kami sebelumnya, ia memasuki teknik perkapalan
karna tuntutan orang tuanya yang bersikuh keras ingin melihat anaknya mengikuti
jejak oomnya yang sukses menjadi kapten pelayaran indonesia.
Suasana
terdiam hening menunggu lanjutan cerita ryan sejak itu,
Aku
ingin ke milan, menjadi pemain sepak bola
Cita
citaku itu, menjadi pemain sepak bola dunia.
Dengan
tegasnya ia melanjutkannya,,
Akan
kudapatkan itu” tanganya menggegam keras dan melontarkannya keatas seakan ingin
memecah langit sore itu.
Chase
it” seru andri tiba tiba datang dibelakang kami.
Jadi
koe ingin jadi pemain sepak bola yan?,,bagus tu,,kejarlah sampai kau dapat,
Didunia
ini cuman ada 3 sifat manusia yan,
Pertama
ia bermimpi dan bangun mengejar mimpinya sampai dapat
Kedua,
ia bermimpi dan bangun memandangi mimpinya
Ketiga
ia tidak bermimpi, hanya menjalani hari biasa biasa saja’
Ceramah
andry seperti “kultum”
Kalo
aku ndri ingin jadi ahli antariksa, jadi nanti aku ingin ke bulan bangun mall
disana” candaku kepadanya saat itu’
Sejenak
mereka tertawa mendengarnya, langit sore itu seakan mendengar tawaan kami,
warna jingganya semakin terang dilangit, berlahan kembali keperaduannya.
Dan
kau ndri” bertanya ipam kepadanya
Kalo
aku ingin membuat alat penghisap radiasi nuklir, nuklir itu suatu yang bernilai
, tapi jika trouble atau digunakan pada hal yang salah, nuklir sama dengan
pembunuhan manusia secara berlahan. Aku tidak suka radiasi, itu virus yang
dibuat manusia demi perkembangan dan dampaknya kembali kemanusia juga.
Andry
kultum lagi”
Hehehe,,kami
tertawa memandangi langit, lucu membayangkan kita kelak akan menjadi seperti
apa,,
Nanti
apa kita masih bisa seperti ini lagi,, menyikirkan waktu sejenak untuk
bersantai bersama memandangi senja sore. Tanyaku buram..
“Mereka
terdiam hening hanyut dalam senja”
PART
5, kuliahh
Siall,,,
aku telad”
Ku
ayunkan kakiku sedemikian cepatnya,memburu waktu untuk sampai kelantai 3, ruang
kelasku terlihat begitu tinggi. ruang 314 terletak pada lantai 3, itu membuatku
lelah berlarian keatas diburu waktu.
Aku
lupa hari ini pak dekan masuk, dan aku lupa hari ini infocus harus disiapkan. Nafasku
sudah terenggah enggah berlari
menyelusuri lorong lorong kelas, waktu emang tak bisa untuk menunggu.payah*
Ku
lihat dijendela pintu,kusodorkan kepalaku angsur angsur untuk mengintip suasana
dalam kelas. Cat tembok yang putih, kipas angin yang terus berayun ayun. Wajah
wajah ngantuk teman teman yang terbayang olehku. Aku tersenyum melupakan waktu.
Maaf
pak’ saya telad, lugasku ke beliau’
Tadi
malem ada pertandingan liverpool lawan manchester united, jadi saya telad
bangun pak. ntah kenapa pagi itu hatiku ingin jujur.
Ya,duduklah,
beliau menjawabnya .
Jangan
lupa isi absen, disana.lanjutnya
Makasih
pak,,
Aku
selamat’ hati ku bersorak sorai..
Grgrg..suara
tarikan kursi disudut, aku seret ketengah disamping idris,,membuat suasana
belajar terhenti beberapa menit sejenak.
Baru
masuk dris? Celetukku ke idris
Kira
kira 10 menitan, jawabnya pelan.
Tadi
malem liverpool begitu sengit melawan manchester united, walaupun liverpool
kalah dengan manchester tapi aku melihat liverpool telah menunjukan seluruh
kemampuannya.steven gerrard membobol satu angka ke gawang liverpool, dengan
tendangan diluar kotak pinalti.
:!:!:!:!:!
Kuliah
terasa begitu sepii, setiap pagi harus menunggu ryan kini sudah tidak ada lagii
Celetukan
andry ke ryan ketika melihat keterlambatanny sudah tidak ada
Pohon
rambutan depan kos sudah mulai berbuah, sudah setahun lebih ryan dimilan. Kapan
aku kemilan? lamunanku sejenak membuayarkan angin yang bertiup kencang
menyelimuti tubuhku dengan erat.
Hari
hari seperti biasa kami lewati, kuliah dan pulang. Tak ada suatu yang menarik
untuk kami lakukan.
Siang
hari begitu panas, awan awan seakan memencar membiarkan cahaya masuk menyinari
bumi.
Langit
mulai merayu dengan warnanya, ketika sore itu bener bener harus berakhir.apa
harus berganti malem?harus*
Minggu
besok kita kemana yoo? Tanya andri ke aku
Hmhm,,kemana
yaaaaa…jawabku, memikirkan tempat yang bagus untuk kami tujui.
Udah
lama ne kita tidak mendaki gunung, bales andry ke aku .
Y
udah, libur 3 hari besok kita kesana lagi , gmn?
Boleh,,
Cahaya
membiaskan mataku, berangsur angsur turun pasti.
Berdua
aja??
G
ada yang pengen ikut lagi,lagian kalo berdua barang yang kita bawa tidak begitu
banyak dan berat.
Berangkat,
ayooookk,. Kataku…
Emang
sudah lama, kami tidak menghabiskan liburan naik gunung.
Biasanya
setiap mendapatkan libur 3 hari, kami dan ryan selalu menaiki gunung. Andai ada
ryan, mungkin kami akan naik bertiga liburan besok.
Sedang
apa y ryan disana? Saut andry tiba tiba memecahkan lamunanku.
Andry
seakan bisa membaca lamunanku “
Part
6:
Aku
melihat seorang seperti ryan dikos, sifatnya selalu tersenyum dan bersahaja
Namanya
ogik, begitulah teman teman sering memanggilnya,
Kami
terkadang tersentum melihatnya sendiri,
Wajah
malasnya setiap pagi itu menambah kemiripinnya,
Yogik
anak teknik elektro di fakultasku, baru saja dia menyelesaikan tugas akhirnya
di autralia. Proposal turbinnya membuat pihak depertemen autralia tertarik
mencobanya membuat energi terbarukan disana. Yogik bersama fikri menyelesaikan studynya satu semester disana
Dan kembali lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar